Minggu, 05 Februari 2023

Monolog#8

Kapan aku bisa punya teman bermain pakai hati, berlari dan sama-sama takut salah satu di antara kita terjatuh. Ketika aku telanjang kaki, ia juga memilih melepas sepatu. Ketika aku berjalan sendiri, ia berlari menyamakan langkahnya. Aku sama sekali sedang tidak berharap namun aku memang suka menghayalkan sesuatu yang asik.

Monolog#7

Sometimes, i hear people say to me "you're weird" because of different tastes, maybe? but i like it because that's what makes me unique and has my own character. I don't have to follow people's tastes now. I'm a stupid dreamer? yes! Daydreaming about something that isn't real is my hobby. At first, i was just looking for a way to get out of the flat, bland, drama-filled world, and i found fantasy worlds to be a place where i could live without being hurt by real people. Because being normal is so boring! Don't be sad anymore.

Monolog#6

Kukira dengan menulis mu; membuang segalamu ke dalam tulisan dapat membuatku terbebas dari rasa rindu. Aku ragu ini sebuah kesalahan atau sebuah cara untuk membantuku hidup. Tapi mengapa rasanya seperti mati. Yang kulakukan hanyalah membuatmu tentangmu tetap utuh.

Monolog#5

Manusia berlarian dalam kepalanya sendiri. Mencari tenang yang tak pernah mencari, mencari bahagia yang tak ingin ditemukan, mencari setumpuk cerita romansa yang tak ingin dibaca, mencari sisa sisa kenang yang memilih tak tergenang, mencari satu nama yang tak terjamah. Hingga tak ada lagi yang mampu ditemukan. Bersembunyi, hilang, mati, besok tak tau lagi.

Monolog#4

Apa yang mereka sebut sebagai merdeka? apakah seorang perempuan membawa tubuhnya ke dunia tanpa rasa takut? apakah berjalan di atas bumi tanpa ragu dengan sejuta mimpi di kepala? apakah para buruh yang pulang kerja dengan senyum bahagia? apakah segerombol pelajar yang tenang-tenang saja tanpa memikirkan biaya?

Monolog#3

Ketika malam mengambil peran, aku menunggu sapa semacam selamat malam atau selamat menangis. Tentu takkan ada yang peduli. Hujan turun lagi selalu saat aku menuang sedih pada bantal tidurku. Lagu Turnover memecah sunyi begitulah tangis pandai bersembunyi

Monolog#2

Aku bahkan masih menunggu kamu kembali meski aku tau waktuku hanya akan sia-sia. Kalaupun nanti pulangmu pada yang bukan aku; kuharap aku juga bisa menemukan jalan pulangku dan tidak lagi menghabiskan hari-hariku menunggumu disini. 

Monolog#1

Aneh rasanya. Aku takut laut karena pernah dibuat tenggelam tapi hatiku tenang ketika memandanginya. Sampai aku menyadari satu hal, bahwa menyukai laut tidak perlu menyelaminya, cukup dengan melihatnya dari tepian saja untuk sebuah bahagia dan rasa aman.

Jumat, 05 Februari 2021

Apa itu cinta?

   Mungkin aku akan terlihat bodoh jika orang-orang menanyakan perihal cinta padaku. Aku belum merasa sampai pada cinta yang layak untuk dirasa. Cinta bagiku luka. Cinta bagiku ketakutan dan mimpi buruk. Apalagi? Kurasa aku memang benar-benar belum paham apa itu cinta.


Kamis, 04 Februari 2021

Sadarkah kita?

   Sudah sejauh mana kamu membaca diri? Sudah berapa lama kamu tidak sadarkan diri? Iya, selama ini mungkin sebagian dari kita tidak sadarkan diri. Terlalu sibuk membaca orang lain, padahal diri kita sendiri adalah buku yang paling penting dan pertama yang harus kita baca. Sadarkah kamu bahwa selama ini kamu mungkin menuntut orang lain agar mengerti dirimu dan bodohnya kalau kamu berpikir bahwa dirimu harus menyenangkan semua orang. Sudah tidak hari ini kamu menanyakan hatimu? Atau pernahkah kamu mendengar baik-baik apa yang hatimu inginkan? Atau jangan-jangan kamu terus terbawa arus untuk melakukan apa saja hal baru yang muncul di dunia padahal hatimu tidak menginginkan itu. Dengan alasan kamu ingin orang menganggapmu dan melihat mu ada sebagai seseorang yang mengambil peran di muka bumi. Tapi bukankah yang dilakukan yang bukan dari hati adalah suatu kesia-siaan? Kamu bisa kok terlihat ada sebagai sesuatu yang nyata jika kamu sudah bisa melakukan apa yang dirimu inginkan. Menyenangkan diri sendiri sebelum menyenangkan orang banyak adalah bentuk kecil dari kasih sayang. Jadi, mulailah dari dirimu. Kita hanya perlu sadari apa yang telah kita lupakan di dalam diri kita. 


/ann (2021)