Jika mencintai bisa semenyenangkan ini, maka kubiarkan diriku turut senang bahwa kamu mencintai orang lain.
Rabu, 27 September 2023
Senin, 26 Juni 2023
Monolog#27
Sabtu, 24 Juni 2023
Monolog#26
Aku tetap menulis meskipun tulisanku tak pernah lagi mendapat pujian darimu. Aku tetap menulis meski alasan aku menulis agar perasaanku sampai padamu bukan lagi alasan yang bisa kugunakan. Aku tetap akan menulismu, karena dengan begitu aku bisa memilikimu tanpa harus bersaing dengan siapapun yang kini di sampingmu.
Selasa, 13 Juni 2023
Monolog#25
Kamu tau sendiri kan dari dulu aku cuma bisa menulismu? Jadi mana bisa aku menulis selainmu.
Senin, 05 Juni 2023
Monolog#24
Jumat, 12 Mei 2023
Monolog#23
Ku anggap diriku beruntung agar bisa bersyukur. Memiliki dua figur bapak di hidup ku adalah bentuk kasih sayang Allah kepadaku. Yang satu kusebut Papa dan yang satunya lagi kusebut Ayah. Tapi Ayah sudah jauh sekali perginya dan gak akan balik. Semoga Ayah ditempatkan di tempat terbaikNya Allah, kembali muda, berkumpul bersama orang-orang yang salih, semoga Ayah tidak sendirian dan kedinginan. Dan semoga Papa bisa pulang, kita kumpul bareng lagi.
Kamis, 23 Maret 2023
Monolog#22
Selasa, 14 Maret 2023
Monolog#21
Rabu, 22 Februari 2023
Monolog#20
Nyalanya perlahan meredup. Memantik api diusahakannya agar gelap enggan mengambil peran dalam hidupnya.
Monolog#19
Ada manusia yang butuh sebulan untuk kembali menghidupi hidupnya dan ada manusia yang ternyata satu tahun pun gak cukup untuk ia kembali memberi nyawa pada hidupnya.
Jumat, 17 Februari 2023
Monolog#18
Monolog#17
Sabtu, 11 Februari 2023
Jumat, 10 Februari 2023
Monolog#15
Kadang aku seperti hujan; yang terlalu berani jatuh ke bumi lalu akhirnya mengering dan hilang tersapu angin. Namun kadang juga aku terlalu pengecut dan takut, memilih menjadi genangan yang butuh hari lebih panjang untuk ikhlas pada kering.
Kamis, 09 Februari 2023
Monolog#14
Monolog#13
Senin, 06 Februari 2023
Monolog#12
Monolog#11
Monolog#10
"Kenapa menulis?"
"Biar bisa diingat"
"Diingat sama siapa?"
"Sama siapa saja; yang menyayangi, yang membenci, yang menyakiti, yang merindu, yang melupakan"
"Emang ada?"
"Ya..gatau. Tapi kalau saya mati nanti, tulisan saya tetap hidup. Ada atau engga, saya mau tetap diingat entah oleh satu orang yang gak saya kenal, yang sengaja atau tidak sengaja membaca tulisan saya. Saya hanya mau diingat. Lewat tulisan saya tidak akan merasa dilupakan"
"Kamu hidup pun sering dilupakan"
"Seringnya manusia kan kalo udah gak ada baru dicari, baru diingat, baru dikenang. Setidaknya dengan menulis, mereka yang hidup masih bisa menemukan saya."
Monolog#9
"Kamu punya harapan?"
"Punya"
"Apa harapan mu?"
"Aku berharap aku bisa punya harapan"
"Jadi kamu belum punya?"
"Itu harapanku. Berharap punya harapan juga harapan, kan?"
"......."
Minggu, 05 Februari 2023
Monolog#8
Monolog#7
Monolog#6
Kukira dengan menulis mu; membuang segalamu ke dalam tulisan dapat membuatku terbebas dari rasa rindu. Aku ragu ini sebuah kesalahan atau sebuah cara untuk membantuku hidup. Tapi mengapa rasanya seperti mati. Yang kulakukan hanyalah membuatmu tentangmu tetap utuh.
Monolog#5
Monolog#4
Monolog#3
Monolog#2
Aku bahkan masih menunggu kamu kembali meski aku tau waktuku hanya akan sia-sia. Kalaupun nanti pulangmu pada yang bukan aku; kuharap aku juga bisa menemukan jalan pulangku dan tidak lagi menghabiskan hari-hariku menunggumu disini.
Monolog#1
Aneh rasanya. Aku takut laut karena pernah dibuat tenggelam tapi hatiku tenang ketika memandanginya. Sampai aku menyadari satu hal, bahwa menyukai laut tidak perlu menyelaminya, cukup dengan melihatnya dari tepian saja untuk sebuah bahagia dan rasa aman.