Ku namai tubuh luka. Sebab hari-harinya hanya belajar merangkak sembuh dari pilu yang membelukar di tubuhnya. Seseorang berdatangan namun hanya membawa sekantong duka baru kemudian beranjak pergi ketika dukanya telah berhasil ia tancapkan dalam-dalam ke tubuh luka. Berharap pulih namun berakhir salah pilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar