Nyalanya perlahan meredup. Memantik api diusahakannya agar gelap enggan mengambil peran dalam hidupnya.
Rabu, 22 Februari 2023
Monolog#19
Ada manusia yang butuh sebulan untuk kembali menghidupi hidupnya dan ada manusia yang ternyata satu tahun pun gak cukup untuk ia kembali memberi nyawa pada hidupnya.
Jumat, 17 Februari 2023
Monolog#18
Monolog#17
Sabtu, 11 Februari 2023
Jumat, 10 Februari 2023
Monolog#15
Kadang aku seperti hujan; yang terlalu berani jatuh ke bumi lalu akhirnya mengering dan hilang tersapu angin. Namun kadang juga aku terlalu pengecut dan takut, memilih menjadi genangan yang butuh hari lebih panjang untuk ikhlas pada kering.
Kamis, 09 Februari 2023
Monolog#14
Monolog#13
Senin, 06 Februari 2023
Monolog#12
Monolog#11
Monolog#10
"Kenapa menulis?"
"Biar bisa diingat"
"Diingat sama siapa?"
"Sama siapa saja; yang menyayangi, yang membenci, yang menyakiti, yang merindu, yang melupakan"
"Emang ada?"
"Ya..gatau. Tapi kalau saya mati nanti, tulisan saya tetap hidup. Ada atau engga, saya mau tetap diingat entah oleh satu orang yang gak saya kenal, yang sengaja atau tidak sengaja membaca tulisan saya. Saya hanya mau diingat. Lewat tulisan saya tidak akan merasa dilupakan"
"Kamu hidup pun sering dilupakan"
"Seringnya manusia kan kalo udah gak ada baru dicari, baru diingat, baru dikenang. Setidaknya dengan menulis, mereka yang hidup masih bisa menemukan saya."
Monolog#9
"Kamu punya harapan?"
"Punya"
"Apa harapan mu?"
"Aku berharap aku bisa punya harapan"
"Jadi kamu belum punya?"
"Itu harapanku. Berharap punya harapan juga harapan, kan?"
"......."
Minggu, 05 Februari 2023
Monolog#8
Monolog#7
Monolog#6
Kukira dengan menulis mu; membuang segalamu ke dalam tulisan dapat membuatku terbebas dari rasa rindu. Aku ragu ini sebuah kesalahan atau sebuah cara untuk membantuku hidup. Tapi mengapa rasanya seperti mati. Yang kulakukan hanyalah membuatmu tentangmu tetap utuh.
Monolog#5
Monolog#4
Monolog#3
Monolog#2
Aku bahkan masih menunggu kamu kembali meski aku tau waktuku hanya akan sia-sia. Kalaupun nanti pulangmu pada yang bukan aku; kuharap aku juga bisa menemukan jalan pulangku dan tidak lagi menghabiskan hari-hariku menunggumu disini.
Monolog#1
Aneh rasanya. Aku takut laut karena pernah dibuat tenggelam tapi hatiku tenang ketika memandanginya. Sampai aku menyadari satu hal, bahwa menyukai laut tidak perlu menyelaminya, cukup dengan melihatnya dari tepian saja untuk sebuah bahagia dan rasa aman.