Minggu, 21 Juni 2020

Apa Salah Menjadi Beda? Kenapa Harus Sama?

     Sering kita menjumpai kalimat,"Lo aneh!, Eh Kok lo beda sih dari yang lain?, Kayaknya lo ngga normal deh, blablabla..." Dan masih banyak lagi scron untuk manusia yang terlihat 'beda'.
     Harus ngga sih kita jadi sama? Harus ngga sih aku mengubah diri seperti dia yang terlihat sempurna? Ada berapa banyak lagi kata 'harus' yang mengusik kepalamu?
    Di bumi yang tidak selebar daun kelor ini, di bumi yang beragam manusia yang kita ketahui mempunyai berbagai jenis suku, ras, agama, budaya, bahasa, bangsa, yang jelas berbeda-beda. Lalu kenapa kita memusingkan kepala dan melelahkan diri kita untuk mengubah yang sudah ada pada diri? yang sudah menjadi khas dari diri kita?
    Kita tidak perlu good looking dulu baru di anggap manusia di mata manusia. Good looking-kan dulu dirimu di matamu sendiri. Tuhan yang Maha Melihat. Dia yang menilai sisi baik--burukmu.
    Jadilah tuan atas dirimu sendiri. Bebaskan imajinasi, kreasi, bakat, mimpi, dan terbangkanlah. Aneh menurut mereka bisa jadi istimewa untuk jiwamu. Jangan mau terantai dengan cibiran manusia yang merasa dirinya normal. Terkadang normal itu membosankan. Tidak ada yang baru, tidak ada yang seru, gitu-gitu aja. Tapi, jika sesekali kau berjalan di dunia yang tidak normal, maka akan kau temukan sesuatu yang lebih seru, penuh keunikan.
    Aku, 18 tahun. Banyak kata aneh dan tidak normal yang di terima pendengaranku. Tapi aku bangga. Aku bangga terlihat beda. Itu berarti, aku bisa jadi diriku sendiri. Aku berhasil menjadi tuan atas jiwaku sendiri. Tidak perlu mengemis validasi sebagai manusia sempurna dari orang-orang. Aku cukup membebaskan mimpiku, meliarkan pikiranku, membuka lebar pendengaranku, dan mendengar semesta yang sayang kepadaku dan kepada keanehanku.




1 komentar: