Jumat, 21 Juni 2024

Monolog#30

"Hidup harus dipahami dengan melihat ke belakang, tapi harus dijalani dengan melihat ke depan." Sejauh ini, ungkapan Kierkegaard inilah yang sejalan denganku. Proses move on bukan berarti udah gaperlu nengok ke belakang. Tapi, untuk bisa terus berjalan ke depan, kita harus melihat ke belakang bahwa ada banyak hal di masa lalu yang berperan dalam langkah kita. Sebab, apapun yang ada di masa lalu entah itu menyakitkan yang bahkan untuk diingat pun terasa sulit, namun terkadang hal itu lah yang dapat kita jadikan alasan untuk harus terus hidup dan berjalan maju hari ini. Belum move on bukan berarti tidak akan move on atau hidup ngestuck disitu aja. Dengan tetap berjalan dan melihat dunia yang gak sepicik itu, semoga bisa sampai ke tempat-tempat yang indah.

Senin, 10 Juni 2024

Monolog#29

Tidak ada cerita yang benar-benar selesai jika dituliskan. Ceritanya akan tetap hidup meski yang punya cerita sudah saling mematikan.

Rabu, 27 September 2023

Monolog#28

Jika mencintai bisa semenyenangkan ini, maka kubiarkan diriku turut senang bahwa kamu mencintai orang lain.

Senin, 26 Juni 2023

Monolog#27

Meskipun setuju dengan setiap perkataan dari motivator, namun aku tidak mampu mempercayainya. Karena motivasi tiap personal itu beda-beda. Setiap orang punya cara hidupnya. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Sudah ada porsi yang ia tentukan dalam hidupnya. Manusia bergerak berdasarkan kemampuannya. Meskipun seringkali kita memaksakan diri untuk mampu menyamai atau sejajar dengan pencapaian orang lain dan itu sungguh melelahkan. Maka melihat kompas sendiri itu perlu. Artinya, ikuti arah tujumu sendiri. Gambar peta mu sendiri. Jalan ke arah tujuanmu sampai kau temukan apa yang sesungguhnya kamu ingini. Sekali lagi aku tidak percaya motivator, dan aku tidak menakaman tulisan ini sebagai motivasi.

Sabtu, 24 Juni 2023

Monolog#26

Aku tetap menulis meskipun tulisanku tak pernah lagi mendapat pujian darimu. Aku tetap menulis meski alasan aku menulis agar perasaanku sampai padamu bukan lagi alasan yang bisa kugunakan. Aku tetap akan menulismu, karena dengan begitu aku bisa memilikimu tanpa harus bersaing dengan siapapun yang kini di sampingmu.

Selasa, 13 Juni 2023

Monolog#25

Kamu tau sendiri kan dari dulu aku cuma bisa menulismu? Jadi mana bisa aku menulis selainmu.

Senin, 05 Juni 2023

Monolog#24

Orang yang datang ke hidup ku hanya sekedar penasaran. Mungkin yang ia lihat hanya tenangku saja dari luar. Setelah ia masuk dan melihat ada kekacauan besar di dalam diriku, hanya ada dua jawaban. Ia tetap tinggal denganku dan memeluk segalaku yang kacau atau pergi karena aku tidak sesuai ekspektasinya.

Jumat, 12 Mei 2023

Monolog#23

Ku anggap diriku beruntung agar bisa bersyukur. Memiliki dua figur bapak di hidup ku adalah bentuk kasih sayang Allah kepadaku. Yang satu kusebut Papa dan yang satunya lagi kusebut Ayah. Tapi Ayah sudah jauh sekali perginya dan gak akan balik. Semoga Ayah ditempatkan di tempat terbaikNya Allah, kembali muda, berkumpul bersama orang-orang yang salih, semoga Ayah tidak sendirian dan kedinginan. Dan semoga Papa bisa pulang, kita kumpul bareng lagi. 

Kamis, 23 Maret 2023

Monolog#22

Manusia seringkali mengutuk langkahnya yang susah payah telah ia ambil dan ia pilih untuk dijalani; mengutuk langkah kakinya yang ia rasa salah. Seakan salah langkah adalah penyebab dari kegagalannya. Namun, bukankah seseorang yang tersesat seringkali sampai pada tempat-tempat tak terduga dan menakjubkan? Bukankah salah pilih adalah pintu untuk menemukan pilihan yang terbaik kemudian? Maka biarkan sesekali langkahmu salah arah. Biarkan sesekali kakimu melangkah tak tentu arah. Biarkan sesekali dirimu sampai pada yang bukan tujuanmu. Barangkali pada yang salah kau temukan kebenaran, kau temukan dirimu yang sesekali tak apa jika tak sempurna. Sebab ketidaksempurnaanmu itu yang akan membawamu pada kesempurnaan.

Selasa, 14 Maret 2023

Monolog#21

Setiap manusia berpotensi menyakiti ataupun disakiti. Tentu aku tidak senang dengan keduanya. Jika aku merasa disakiti, kurasa itu bermula dari diriku sendiri dan tidak menutup kemungkinan, ada orang yang tersakiti karenaku. Cukup untuk tidak playing victim, manusia tempatnya salah.